Pengertian Sistem Pakar

     Sistem pakar atau expert sistem adalah sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang pakar dalam memecahkan masalah.

     Pada dasarnya definisi di atas sama dan secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem pakar merupakan program komputer yang bertindak sebagai konsultan. dengan adanya sistem pakar. seseorang pemakai dapat berkonsultasi dalam memcahkan masalah layaknya berkonsultasi langsung dengan seorang pakar sesui dengan domain masalah tertentu yang diinput ke dalam sistem pakar tersebut. pengetahuan yang digunakan dalam sitem pakar khusus untuk satu problem domain sebagai kebalikan dari pengetahuan tentang teknik pemecahan masalah pada umumnya.

     Dalam melakukan pemecahan masalah, sistem pakar melakukannya sama seperti kita berkonsultasi dengan pakar langsung yakni dengan memberikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur oleh pemakai. dan dari jawaban itu barulah akan dihasilkan suatu kesimpulan yang meruakan informasi atau solusi yang ditawarkan sistem pakar kepada pemakai.

     Pada dasarnya definisi di atas sama dan secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem komputer yang bertindak sebagai konsultan. Dengan adanya sistem pakar, seseorang pemakai dapat berkonsultasi dalam memecahkan masalah layaknya berkonsultasi langsung dengan seorang pakar sesuai dengan domain masalah tertentu yang diinput ke dalam sistem pakar tersebut. Pengetahuan yang digunakan dalam sistem pakar khusus untuk satu problem domain sebagai kebalikan dari pengetahuan tentang tehnik pemecahan masalah pada umumnya.

 Konsep dasar sistem pakar
Sistem pakar terdiri dari beberapa konsep yang harus dimilikinya. Konsep dasar dari suatu sistem pakar sebagai berikut :

  1. Keahlian Adalah suatu pengetahuan khusus yang diperoleh dari latihan, belajar dan pengetahuan. Pengetahuan dapat berupa fakta, teori, aturan, strategi global untuk memecahkan masalah.
  2. Ahli ( expert ) Melibatkan kegiatan mengenali dan memformulasikan permasalahan, memecahkan \ masalah secara cepat dan tepat, menerangkan pemecahannya, belajar dari pengalaman, merestrukturisasi pengetahuan memecahkan aturan serta menentukan relevansi.
  3. Mentransfer keahlian ( transfering expertise ) Adalah proses pentransferan keahlian dari seorang pakar kedalam komputer agar dapat digunakan oleh orang lain yang bukan pakar. Pengetahuan tersebut ditempatkan ke dalam sebuah komponen dinamakan basis pengetahuan.
  4. Menyimpulkan aturan ( inferencing rule) Merupakan kemampuan komputer yang telah diprogram. Penyimpulan ini dilakukan oleh mesin inferensi yang meliputi prosedir tentang penyelesaian masalah.
  5. Peraturan ( rule ) Diperlukan karena mayoritas dari sistem pakar bersifat rule – based sistems, yang berarti pengetahuan disimpan dalam bentuk peraturan.
  6. Kemampuan menjelaskan ( explanation capability ) Adalah karakteristik dari sistem pakar yang memiliki kemampuan menjelaskan atau memberi saran mengapa tindakan tertentu dianjurkan atau tidak dianjurkan.

Ciri dari sistem pakar adalah sebagai berikut :

1. Terbatas pada domain keahlian tertentu.

2. Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak pasti.

3. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami.

4. Berdasarkan pada kaidah atau rule tertentu.

5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.

6. Pengetahuan dan mekanisme inferensi jelas terpisah.

7. Keluarannya bersifat anjuran.

8. Sisem dapat mengaktifkan kaidah secara searah yang sesuai yang dituntun oleh dialog dengan pemakai.

Komponen Sistem pakar

Sebuah program sistem pakar terdiri atas beberapa komponen yang mutlak harus ada. Komponen itu adalah sebagai berikut :

a. Basis Pengetahuan ( knowledge base )

          Basis pengetahuan merupakan inti program sistem pakar karena basis pengetahuan ini merupakan representasi pengetahuan ( knowledge representation ) dari seorang pakar.

  b. Basis Data

          Basis data adalah bagian yang mengandung semua fakta, baik fakta awal pada saat sistem mulai beroperasi maupun fakta yang didapatkan pada saat pengambilan kesimpulan sedang dilaksanakan.

 c. Mesin Inferensi

          Mesin inferensi adalah bagian yang mengandung mekanisme fungsi berfikir dan pola penalaran sistem yang digunakan oleh seorang pakar. Mekanisme ini akan menganalisa suatu masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Mesin inferensi memulai pelacakannya dengan mencocokan kaidah dalam basis pengetahuan dengan fakta yang ada dalam basis data. Ada dua teknik inferensi yang ada yaitu pelacakan ke belakang ( backward chaining ) yang memulai penalaran dari kesimpulan hipotesa menuju fakta yang mengandung hipotesa tersebut. Dan yang kedua yakni pelacakan ke depan ( forward chaining ) yang merupakan kebalikan dari pelacakan kebelakang yaitu memulai dari sekumpulan data menuju kesimpulan.

           kedua metode inferensi tersebut dipengaruhi oleh tiga macam teknik penelusuan, yaitu Depth-first search melakukan penelusuran kaidah secara mendalam dari simpul akar bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan. Breadth-first search bergerak dari simpul akar, simpul yang ada pada setiap tingkat diuji sebelum pindah ke tingkat selanjutnya. Best-first search bekerja berdasarkan kombinasi kedua metode sebelumnya.

 d. Antar Muka Pemakai ( user interface )

          Antar muka pemakai adalah bagian penghubung antara program sistem pakar dengan pemakainya..

          Pada bagian ini akan terjadi dialog antara program dengan pemakai. Program akan mengajukan pertanyaan berbentuk “ya / tidak” ( yes or no question ) atau berbentuk menu pilihan. Melalui jawaban yang diberikan oleh pemakai, sistem pakar akan mengambil kesimpulan yang berupa informasi ataupun anjuran sesuai dengan sifat dari sistem pakar.

TES KEPRIBADIAN

  • Pengenalan Kepribadian Dan Tes Kepribadian

          Kepribadian atau personality berasal dari kata persona yang berarti masker atau topeng, maksudnya apa yang tampak secara lahir tidak selalu menggambarkan yang sesungguhnya (dalam bathinnya). Contoh: orang lapar belum tentu mau makan ketika ditawari makanan, padahal perutnya keroncongan. Orang tidak punya uang dapat berpura-pura punya uang atau sebaliknya. Itulah gambaran kepribadian, bahwa yang tampak bukan yang sebenarnya. Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak perilaku dan kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Perkembangan

          kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya.

          Kepribadian merupakan sifat individual manusia, artinya tidak ada seorang pun yang memiliki kepribadian yang sama. Kepribadian bukanlah sesuatu yang salah atau benar, bukan pula sesuatu yang baik atau buruk. Tiap jenis kepribadian memiliki kelemahan dan kekuatan sendiri. pada dasarnya, pergaulan setiap hari adalah interaksi. Kita akan selalu memperhatikan dan diperhatikan orang lain, misalnya saja pada seorang pemimpin, ia akan memperhatikan dan diperhatikan oleh anggotanya dan begitu juga sebaliknya.

          Setiap individu akan terkesan pada style atau cara seseorang bertindak, bepikir, beremosi, menilai orang lain, dan sebagainya, yang semuanya merupakan bagian dari kepribadian. Demikian pula seorang pemimpin perusahaan. Penting sekali untuk merekrut karyawan yang sopan, jujur, rajin dan punya rasa hormat, karena tanpa hal tersebut, harmoni perusahaan akan tidak sehat dan akhirnya akan menurunkan kinerja perusahaan. Kini, alat seleksi untuk masuk perusahaan lokal, nasional maupun

multinasional l selain dengan menilai intelegensi, motivasi, attitude, juga menilai tentang kepribadian yang dikenal dengan tes kepribadian atau personality test.

          Tes Kepribadian adalah jenis tes yang bertujuan untuk mengetahui kepribadian seseorang. Kepribadian adalah unit psikologi yang bersifat covert atau tersembunyi dan tidak dapat dilihat dan hanya bisa diketahui dengan suatu tes tertentu yang bernama tes kepribadian. Model dan bentuknya bermacam-macam. Ada yang berbentuk pencil and paper test seperti MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory), ada yang berbentuk tes proyeksi seperti Tes Rorschach, TAT (Thematic Apperception test), dll.

Proses Tes

Dalam tes kepribadian ini terdapat 12 kategori kepribadian yang bisa dipilih oleh user untuk mengukur kepribadiannya masing-masing, dimana ke-12 kategori kepribadian tersebut terdiri dari :

          Setelah user memilih salah satu dari kategori kepribadian tersebut, lalu akan dilakukan proses pengukuran. Pengukuran dilakukan melalui sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh user, disini user hanya perlu memilih option Ya atau option Tidak. Apabila pertanyaan yang ditampilkan sesuai dengan kepribadian user maka user harus memilih option Ya, namun apabila pertanyaan yang ditampilkan tidak sesuai dengan kepribadian user, maka user harus memilih option Tidak. Dalam setiap pertanyaan memiliki nilai tersendiri, diakhir dari pertanyaan nilai tersebut akan diakumulasikan sehingga akan didapat suatu total nilai yang akan dilanjutkan pada sebuah kesimpulan.

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM PAKAR

Rancangan Sistem Pakar

     Sistem pakar untuk mengukur kepribadian seseorang sebenarnya hanya merupakan alat bantu untuk menentukan ukuran kepribadian seseorang berdasarkan kategori-kategori kepribadian. Seorang pakar (dalam hal ini psikolog) dapat menetukan dengan pasti ukuran kepribadian seseorang. Kelebihan dari suatu sistem pakar terletak pada kemampuannya untuk bekerja terus menerus dan berada dalam kondisi yang maksimal, sistem pakar diciptakan bukan untuk menggantikan kedudukan seorang pakar, tetapi sebagai alat bantu dalam kepastian pengambilan keputusan, karena mungkin terdapat banyak alternatif yang dipilih secara tepat.

      Rancangan sistem pakar untuk mengukur kepribadian seseorang (tes kepribadian) memerlukan dua tahapan. Tahapan pertama, mentransformasikan berbagai informasi mengenai sikap dan tingkah laku seseorang yang langsung berhubungan dengan kepribadian melalui seorang pakar (dalam hal ini psikolog) ke dalam sistem pakar.

     Disamping mengumpulkan informasi dari seorang pakar, perlu juga ditambahkan informasi dari beberapa buku yang membahas mengenai kategori kepribadian.

Setelah diperoleh informasi yang dibutuhkan, maka pada tahap kedua yakni menerapkan informasi yang diperoleh ke dalam komponen sistem pakar.

 Perancangan Basis Pengetahuan

Basis pengetahuan merupakan inti program sistem pakar dimana basis pengetahuan ini merupakan representasi pengetauan (knowledge representation) basis pengetahuan didapat setelah informasi diorganisasikan secara terstruktur. Dalam permasalahan ini, ditentukan unsur-unsur apa saja yang terkait dalam sikap dan tingkah laku seseorang dari suatu kategori kepribadian berdasarkan data-data yang diperoleh dari pakar. Pakar yang digunakan dalam aplikasi ini adalah literatur pustaka yang diperoleh dari buku-buku dan internet. Dalam perancangan basis pengetahuan akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah menentukan basis aturan sebagai representasi basis pengetahuan.

  1. Pembentukan Metode Penelusuran.

Dengan melihat hasil analisis tes dan diagnosa dengan serangkaian pernyataan berdasarkan sikap dan tingkah laku kepribadian seseorang, maka metode penelusuran yang digunakan adalah forward chaining (penelusuran ke depan), karena pelacakan dimulai dari keadaan awal (informasi atau fakta yang ada) dan kemudian dicoba untuk mencocokan dengan tujuan yang diharapkan.

Adapun metode penelusuran diatas, akan bekerja dengan teknik depth-first search yaitu melakukan penelusuran kaidah dimulai dari simpul akar pohon keputusan kemudian bergerak menurun ke tingkat dalam berurutan.

b) Pembentukan Basis Aturan sebagai Representasi Basis Pengetahuan

Untuk menentukan ukuran kepribadian dari suatu kategori kepribadian digunakan serangkaian pertanyaan, dalam hal ini pertanyaan diwakili oleh pernyataan, serangkaian pernyataan tersebut yang harus dipilih atau dijawab. Dari pilihan atau jawaban itulah kemudian diagnosa ditelusuri dengan aturan-aturan yang ada pada basis pengetahuan. Adapun contoh dari pertanyaan tersebut adalah:

1. Pernah terpikir dalam pikiran saya tentang sesuatu sesuatu yang buruk untuk dibicarakan.

2. Kadang-kala saya mengumpat dan mencaci

3. Saya tidak selalu mengatakan hal yang sebenarnya.

4. Saya tidak membaca setiap editorial surat kabar.

5. saya kadang-kadang merasa marah.

Perancangan Database

Program aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar kan bahasa pemrograman Visual Basic.NET 2008 sebagai program utama dan juga menggunakan SQL Server 2000 sebagai file databasenya. File ini menggunakan tiga buah tabel, yakni :

1. Tabel Admin

tabel ini digunakan untuk menyimpan nama dan password administrator pada saat login yang nantinya digunakan untuk mengakses halaman admin. Di halaman admin, administrator dapat menghapus isi dari database. Struktur tabelnya adalah sebagai berikut :

2. Tabel Kesimpulan

Tabel ini digunakan untuk menyimpan daftar kesimpulan dari masing-masing kategori kepribadian. Struktur tabelnya adalah sebagai berikut.

3. Tabel User

Tabel ini digunakan untuk menyimpan nama, jenis kelamin dan alamat user pada saat login sebelum melakukan test. Dan tabel ini digunakan juga untuk menyimpan kategori kepribadian dan kesimpulan. Struktur tabelnya adalah sebagai berikut.

Perancangan UML

Perancangan aplikasi tes kepribadian ini menggunakan UML

(Unified Modeling Language ) dalam perancangannya. Berikut adalah diagram-diagram yang digunakan dalam perancangan tersebut :

1. Use Case Diagram

Diagram ini digunakan untuk menggambarkan pengguna aplikasi dan perilaku pengguna terhadap aplikasi. Pengguna diwakili oleh aktor, sedangkan perilakunya diwakili oleh use case.

2. Sequence Diagram

Pada diagram sequence di bawah ini menggambarkan interaksi antara objek–objek dalam aplikasi, terjadinya komunikasi dan parameter waktu.

Untuk mempermudah proses pemahaman sequence diagram yang digunakan, penulis membagi sequence diagram berikut menjadi dua bagian yakni :

1. Sequemce diagram user

2. Sequence diagram Admin

3. Activity Diagram

Activity diagram m e n g g a m b a r k a n p r o s e s – p r o s e s ya n g t e r j a d i s a a t a k t i f i t a s d i m u l a i s a m p a i d engan aktifitas berhenti. Activity diagram ini

mirip dengan flowchart diagram.

Untuk mempermudah proses pemahaman activity diagram kan, penulis membagi activity diagram berikut menjadi tiga bagian yakni

1. activity diagram pada form start test dan form admin

2. Activity diagram pada form about test

3. Activity diagram pada form Biography

PENGUJIAN APLIKASI

     Setelah perancangan aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar dilakukan, pengujicobaan dilakukan untuk melihat sejauh mana aplikasi tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Pengujicobaan dilakukan berdasarkan empat penilaiaan, yaitu tampilan dari apliakasi sistem pakar secara keseluruhan, kemudahan pemakaian aplikasi sistem pakar, kecepatan aplikasi sistem pakar dalam memproses suatu permasalahan sampai didapatkannya hasil dan hasil yang di dapat dari proses sistem pakar sendiri. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut :

Pengujicobaan ini dilakukan terhadap 40 orang sebagai penguji yang menilai sejauh mana aplikasi sistem pakar ini dapat sejalan dengan tujuan pembuatannya, pengujian diantaranya : 20 orang mahasiswa dan 20 orang masyarakat umum.

Dari tabel dapat dilihat bahwa :

Hasil penilaian = Jumlah penilaian (orang) terbanyak

Jumlah penguji (orang) X 100

a. 82,5 % Penguji menilai tampilan dari aplikasi sistem pakar menarik

b. 80 % Penguji menilai aplikasi sistem pakar mudah digunakan

c. 90 % Pengujian menilai aplikasi sistem pakar bekerja dengan cepa dalam memproses dan mendapatkan hasil pengukuran.

d. 82,5 % Penguji menilai hasil yang didapat dari pengukuran sistem pakar sesuai

dengan masukan yang dimasukan.

Dari pengujicobaan tersebut maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

Jadi secara keseluruhan sistem pakar untuk mengukur kepribadian seseorang (tes kepribadian) bekerja sesuai dengan fungsinya dan dapat diterima.

SUMBER :

note: copy dan paste alamat dibawah.

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=Pembuatan+Aplikasi+Tes+Kepribadian+Berbasiskan+Sistem+Pakar&source=web&cd=1&ved=0CE8QFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.gunadarma.ac.id%2Flibrary%2Farticles%2Fgraduate%2Fcomputer-science%2F2009%2FArtikel_10104875.pdf&ei=5OLtT-SlAYeHrAfV3Li9DQ&usg=AFQjCNF91koZYSRXdkbx0Ih1gI7N-xDMfQ&cad=rja

atau

https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:L3vCkJqIlXUJ:www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/computer-science/2009/Artikel_10104875.pdf+Pembuatan+Aplikasi+Tes+Kepribadian+Berbasiskan+Sistem+Pakar&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESi5VwHb3cctCrpKOUq4leMupkTYOBymDIqxAFKJ0go9qGP_WDqlnuLB5pGlE9BqB0CXvQcOE1CuSq23bBbBASe_7T0MX5GKuY8pDqgeMEvMs6jES-68uoTOeG9deUJjvHuLfud-&sig=AHIEtbRL4eeLbkP_xteeCihfmTfwzLC8uA

note: copy dan paste alamat diatas.

Iklan