Ketika itu, hampir empat hari saya tak sadarkan diri di rumah sakit, badan terbaring lesu, serasa tak punya harapan untuk hidup. Seluruh badan terasa sakit hingga serasa tak ada satupun celah untuk di obati. Teman, saudara jauh maupun dekat terus mengunjungiku, tetapi tak ada satupun yang saya hiraukan, sehingga akhirnya mereka silih berganti, datang dan pergi sesuka hati. Apa, apa yang terjadi denganku? apakah ini akhir dari sebuah kehidupanku? atau apakah ini awal dari kehidupan?. Pahit,benar-benar terasa pahit, dan sakitpun terus menghantui, serasa mereka sudah mendarah daging di tubuhku. Siapa? siapa yang harus pertama kali saya tanyakan?, siapa yang pertama kali harus saya salahkan?, Kapan, kapan saya akan pulih dan bangkit dari keadaan ini?. Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut terus terbayang di dalam otak dan hati, ingin sekali rasanya terucap dari mulut ini.

Setelah mengalami empat hari yang terasa begitu cepat, akhirnya saya terbangun dari ketidaksadaran. Badan masih terasa lemas, kepala terasa pusing dan kaki masih merasakan sakit yang sangat hebat. Tak lama kemudian ada yang menghampiriku dan berkata bagaimana keadaanmu sekarang?,  sesosok perempuan tersebut kemudian terdiam sambil menatapku dengan tatapan yang sangat tajam. Mataku, mataku yang masih berkunang-kunang, mencoba menegaskan siapa dia dan setelah itu saya muncoba menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan-pertayaan yang muncul, terus mengalir kepada diriku dan sebaiknya saya harus mencari tahu agar terjawab dan bukannya malah menjadi pertanyaan yang membesar, meluas dan bahkan merambat kepada masalah yang lain. Saya juga harus mencari tahu kenapa saya bisa seperti ini?, kebijakkan apa yang diambil dokter untuk mengatasi masalahku?, dan keputusan apa yang di ambil oleh kedua orang tuaku?

Kejadian tersebut sampai sekarang masih belum bisa dipercaya olehku dan masih menjadi sebuah misteri. Mungkin hal tersebut menjadi sebuah teguran ataupun peringatan kepada diriku, yang pasti akan tersimpan di dalam pikiranku dan akan menjadi sebuah ingatan-ingatan yang membuat saya harus lebih berhati-hati dalam menjalani hidup ini.

Referensi:

Pengalaman pribadi