Entah mengapa selalu saja ada masalah terhadap barang-barang pribadi, mungkin karena barang-barang tersebut sering digunakan. Mungkin jika barang yang dibeli tidak dipakai atau setidaknya sering beristirahat, kemungkinan besar tidak akan rusak. Tapi klo dipikir-pikir, percuma juga membeli barang tapi tidak digunakan, hahahaha. Kadang-kadang saya juga berfikir lebih mudah untuk membeli barang dari pada untuk merawatnya, saya juga pernah mengkalkulasikan, ternyata harga perbaikan bisa melebihi dari harga beli. Untuk merawat barang yang saya punya merupakan usaha yang sangat besar, padahal sebenarnya sudah saya jaga sebaik mungkin agar barang terebut tidak rusak, tetapi kenyataannya tetap saja saya kecolongan, entah itu karena faktor cuaca atau karena kecerobohan orang lain, atau karena faktor yang tak terprediksikan.

Misalnya saja barang saya yang sering rusak adalah motor. Sebenarnya saya sudah melakukan rutinitas terhadap motor saya untuk service, tetapi buktinya jika motor saya dipakai tetap saja mengalami kendala, seperti rantai yang aus atau velg yang oblak, ban yang bocor, rem yang kurang pakem, shock yang terlalu empuk atau shock yang terlaku keras, lampu malam dan lampu rem yang mati ,dan yang bikin jengkel adalah jika motor lecet akibat ulah orang lain. Kerusakan yang terjadi bukan hanya terjadi pada motor saya, seperti HP mempunyai kendala yang sama, yaitu entah sering lemot saat dipakai atau batrai yang membesar, bahkan mati total pun pasti bisa terjadi. Sangat menjengkelkan jika barang tersebut ingin saya pakai, tetapi tidak bisa digunakan atau tidak nyaman untu digunakan. Setelah saya telusuri lebih jauh, ternyata hampir semua barang mempunyai umur, makanya ada bagian spare part yang harus diganti pada waktu-waktu tertentu, atau bahkan kita harus mengganti barang tersebut. Kenapa ya bisa seperti itu? Apakah kita pasti diperbudak oleh barang yang kita beli? Apakah ada barang yang kita beli, tapi tanpa harus merawatnya?. Pertanyaan tersebut sangat susah untuk saya jawab sendiri, sepertinya hanya profesor yang menciptakan barang tersebut yang bisa menjawabnya.

 

Referensi:

Pengalaman pribadi