JAKARTA, KOMPAS – Linda Sari (34) diduga bunuh diri dengan cara terjun dari lantai 27 Kamar G Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (15/12) sekitar pukul 15.00. Korban ditemukan meninggal seketika dengan kepala penuh darah dilantai 7, tepatnya di lapangan tenis apartemen itu. Jamari salah satu warga setempat yang kebetulan berada di lantai 7 apartemen saat kejadian mengatakan, Linda terjatuh dengan posisi miring ke kanan.”Banyak sekali darah di sekitar kepala korban,” ujar Jamari. Kepala Polsek Metro Gambir Komisaris Yossy Runtukahu mengatakan, sementara ini diduga korban loncat dari teras apartemen. Dari posisi korban, bagian kepala kemungkinan pertama kali menyentuh tanah sehingga darah banyak keluar dari kepala korban. Saat di temukan di lantai 7, Linda mengenakan pakaian rumah berupa kaus kuning dan celana jins pendek.

Cekcok di telepon
Hingga kemarin malam, polisi masih mnyelediki alasan yang mungkin membuat korban memutuskan bunuh diri. Dari keterangan yang dihimpun polisi, seorang tetangga sempat mendengar korban cekcok di telepon selulernya. Namun, baik lawan bicara maupun penyebab cekcok di telepon seluler itu belum bisa diketahui. “Tetangga yng tinggal di sebelah kamar korban sempat mendengar Linda marah-marah di telepon. Hal ini terjadi sebelum korban ditemukan di lantai 7,” tutur Yossy.
Sebelum kejadian, ada tetangga yang melihat Linda masuk seorang diri ke kamar apartemen. Pintu masuk ke kamar juga masih utuh dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda pintu dibuka paksa. Barang milik Linda di kamar apartemen itu juga masih di tempat semula dan tidak ada barang yang berantakan lantaran di obrak-abrik. Polisi juga belum mendapatkan saksi yang melihat langsung korban bunuh diri. Saat memeriksa apartemen Linda, tidak ada orang lain di dalam kamar.Sejumlah tetangga korban menyebutkan bahwa Linda tinggal diapartemen itu bersama seorang pekerja rumah tangga tersebut.
Sampai kemarin, polisi masih mencari keberadaan pekerja rumah tangga tersebut. Di kartu tanda penduduk, Linda tercatat sebagai warga Kemayoran Utara RT 02 RW 04, Nomor 4B. kamar G lantai 27 di apartemen yang terletak di Kompleks Harmoni Plaza itu disewa oleh almarhumah. Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun polisi disebutkan, Linda juga telah diketahui telah bercerai. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, korban berjualan di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Kejadian yang menimpa Linda ini merupakan kasus dugaan bunuh diri kelima selama tiga pekan terakhir di kawasan DKI Jakarta. Seluruh kasus dilakukan dengan cara melompat dari ketinggian di dalam gedung. Tiga kasus pertama terjadi di pusat perbelanjaan. Sementara itu, sehari sebelum Linda meninggal, seorang pembantu ditemukan meninggal setelah jatuh dari lantai 11 apartemen Gading River View City Home, Kelapa Gading, Jakarta Utara.(ART)

fenomena bunuh diri akhir-akhir ini yang terjadi bisa saja dilatarbelakangi persoalan hidup yang rumit ataupun terkait dengan adanya gangguan jiwa. Bunuh diri sangat mungkin terjadi karena korban tidak menemukan jalan keluar dalam mengatasi rumitnya problem yang dihadapi. Contoh sederhana misalnya mereka yang mengidap penyakit yang tidak sembuh-sembuh dan sangat menderita akibat penyakitnya ataupun konflik dengan keluarga maupun lingkungan. Korban ingin menghilangkan rasa sakit secara fisis dan emosional secara cepat, sehingga akhirnya menimbulkan hasrat untuk mengakhiri hidup mereka.
Faktor penyebab lain yang mungkin terjadi, adalah masalah gangguan jiwa pada orang yang bunuh diri. Ada beberapa jenis gangguan atau penyakit jiwa yang berkaitan dengan bunuh diri yaitu depresi berat dan schizophrenia atau gangguan susunan sel-sel syaraf pada otak yang lebih akrab disebut penyakit gila.
Cara mengatasinya yaitu seharusnya korban menggunakan alternatif lain, termasuk membicarakan masalahnya dengan teman dekat, keluarga ataupun orang ahli, sehingga ke depan ia tidak melihat suatu masalah berat sebagai sebuah jalan yang tidak ada ujungnya. Dan orang-orang dekatnya seharusnya lebih peka terhadap individu yang mempunyai masalah, sehingga dapat menolong individu yang sedang dalam risiko atau yang telah mengalami pemikiran bunuh diri dan memberikan perawatan yang cocok terhadap individu yang ingin bunuh diri.

REFERENSI:
Kompas, Rabu 16 Desember 2009, Halaman 25