Walaupun film ini telah lama di putar di bioskop, tapi saya tertarik untuk menontonya kembali. Hal ini disebabkan karena film ini menceritakan tentang remaja, politik dan Negara, memang jika dilihat dari ide ceritanya sangat tidak mungkin ke tiga hal tersebut saling berkaitan. Dan kata-kata yang dikeluarkan oleh aktor maupun aktris sangat bagus menurut saya. Queen adalah anak remaja dari kandidat seorang presiden dan memiliki kecerdasan, tapi susah diatur dan pemarah. Queen juga memdesain kaos yang di pasarkan oleh distro. Queen telah di tinggalkan oleh ibunya sejak umur 6 tahun. Sedangkan ayahnya yang bernama Rahmat Siregar, seorang kandidat presiden, yang memiliki karisma tinggi dan berkecimpung didunia politik maupun sosial.
Menurut Queen, “Nasib bangsa Indonesia itu bergantung sama paku. Setiap orang pasti butuh paku, apapun apapun pekerjaan dia. Buat bangun rumahnya dan menempel foto di dinding, sepatu hak tinggi, sampai bolongin ban mobil orang, termasuk juga untuk urusan politik. Dari tahun 1955, paku itu kita pakai Cuma buat memilih partai yang nentuin presiden 5 tahun ke depan. Tapi kadang paku di paksa buat memilih parta yang sama dan akhirnya kita punya presiden 1 aja selama 32 tahun. Sampai 2004, tahun yang special buat Indonesia. Akhirnya kita boleh nusuk muka calon presiden yang kita suka, langsung. Tapi ga semua orang bisa milih dengan paku juara itu. Ada tiga syarat tertentu selain warga Indonesia, dia harus di atas 17 tahun, juga bukan polisi atau TNI dan tidak terlibat sama partai terlarang. Intinya semua orang yang memenuhi syarat, berhak ikut pemilu. Semua orang termasuk gw.”
Di tengah film tersebut, Queen mempunyai masalah yang sama dengan remaja yang lain, yaitu menuntut kebebasan dari orang tua, menuntut kasih sayang, dan mempunyai masalah disekolah. Kebebasan tersebut diperlukan agar ayahnya percaya terhadap apa yang dilakukannya. Dan Queen ingin ayahnya yakin bahwa dia mampu untuk mengerjakan sesuatu dan mendapkan hasil yang baik. Queen juga ingin mempunyai seseorang yang peduli teradapnya. Sedangkan masalah Queen di sekolah yaitu kakak kelas menginginkan Queen menyumbang dana untuk pensi (pentas seni). Tapi semua itu bisa teratasi, Queen mendapat kebebasan dari orang tuanya tapi dengan syarat dia harus ikut kegiatan politik, mendapat kasih sayang dari ayah,ma cik (wanita yang mengasuh Queen dari kecil), dan dari pria yang di cintainya dan dapat mengaatasi masalahnya dengan kakak kelas di sekolahnya.
Sedangkan di akhir cerita, setelah ayah Queen (Rahmat Siregar) terpilih menjadi presiden dan berpidato yang berisi: “Hari Minggu 28 Oktober 1928 di sebuah gedung bioskop, sebuah sumpah di tancapkan dengan bangga. Subuh yang menggelisahkan tanggal 16 Agustus 1945, kita menyongsong kemerdekaan untuk mengantarkan kita menjadi bangsa yang merdeka. 1966 di jalan Nusantara, kita semua dilakukan untuk melakukan perubahan yang sangat-sangat besar, di atas atap gedung parlemen. Sepanjang 1998, reformasi lalu dirumukan dan inilah titik-titik penting perkembangan bangsa Indonesia. Lalu apa persamaannya?, hanya dua kata, anak muda. Perubahan ini selalu dari inisiatif anak muda, generasi baru, karena mereka selalu ingin melakukan perubahan-perubahan yang lebih besar untuk Indonesia yang lebih maju. Sukarno pernah berkata,”beri saya 10 anak muda, maka aku akan menaklukan dunia.” Tapi saya akan mengatakan, beri kepercayaan baru kepada anak muda kreatif, maka Indonesia akan menaklukan Indonesia.”
Menurut saya, film ini benar-benar film yang sangat bagus, karena para anggota politik dan pemerintah melibatkan anak muda untuk membangun Indonesia. Mulai dari pendidikan, kesehatan, kreativitas, dll, semua melibatkan anak muda. Dan saya berharap Indonesia akan benar-benar seperti ini, yang mau merangkul anak muda dan melibatkan anak muda dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia, sehingga anak muda mempunyai nilai positif dan mengurangi pandangan stereotype yang negatif. Semakin banyak lapangan pekerjaan untuk anak muda, semakin pula mengurangi masalah sosial yang di timbulkan oleh anak muda. Mereka di sibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan dan mungkin akan menambah kreatifitas dalam seni maupun kreatif dalam pemecahan masalah.

REFERENSI:
Film Queen bee di hadirkan oleh million picture pada tahun 2009.