Adolescence atau masa remaja (dalam papalia & olds, 1995) adalah perkembangan transisi antara masa kanak-kanak menuju dewasa. Dan didalam perkembangan tersebut terdapat fenomena sosiopsikologis yang berbeda pada masyarakat yang berbeda dan gejala perilakunya di pengaruhi oleh situasi dan tuntutan sosial. Pada masa remaja banyak sekali bermunculan kelompok sebaya. Kelompok sebaya ini muncul akibat dari nilai-nilai yang berbeda terhadap dunia remaja dan dewasa. kelompok sebaya merupakan dunia nyata bagi remaja yang dapat menguji diri sendiri dan orang lain. Didalam kelompok sebaya, remaja merumuskan dan memperbaiki konsep dirinya; disinilah remaja dinilai oleh orang lain yang sejajar dengan dirinya dan yang tidak dapat memaksa sanksi-sanksi dunia dewasa. Kelompok sebaya memberikan sebuah dunia tempat remaja untuk sosialisasi dalam suasana dimana yang berlaku bukanlah yang ditetapkan oleh orang dewasa melainkan oleh teman-teman seusianya. Jadi di dalam masyarakat sebaya inilah remaja memperoleh dukungan untuk memperjuangkan emansipasi.

Kenapa remaja lebih memilih berkumpul dengan sesama remaja?
dijaskan oleh Mejeres, “ banyak anggapan popular tentang remaja yang mempunyai arti yang bernilai, dan sayangnya banyak di antaranya yang bersifat negatif.” Anggapan stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya, cenderung merusak dan berprilaku merusak, menyebabkan orang dewasa yang harus membimbing dan mengawasi kehidupan remaja muda takut bertanggung jawab dan bersikap tidak simpatik terhadap perilaku remaja yang normal. Stereotip yang diberikan oleh orang dewasa dapat mempengaruhi konsep diri dan sikap remaja terhadap dirinya sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh Anthony, “stereotip juga berfungsi sebagai cermin yang ditegakan masyarakat bagi remaja yang menggambarkan citra diri remaja sendiri yang lambat laun dianggap sebagai gambaran yang asli dan remaja membentuk perilakunya sesuai dengan gambaran ini”. Menerima stereotip ini dan adanya keyakinan bahwa orang dewasa mempunyai pandangan yang buruk tentang remaja , membuat peralihan ke masa dewasa menjadi sulit. Hal ini menimbulkan banyak pertentangan dengan orangtua dan antara orangtua dan anak terjadi jarak yang menghalangi anak untuk meminta bantuan orangtua untuk mengatasi berbagai masalahnya.
Misalnya saja ARDYCUPU yang terbentuk pada tanggal 13 Agustus 2007. Nama ARDY diambil dari singkatan para anggotanya, yaitu Aziiz, Rinaldias, Dian Bayu, Yohanes. Sedangkan CUPU diambil dari singkatan Culun Punya. ARDYCUPU terlahir karena anggotanya telah bersama sejak kelas 1 SMA. Ardycupu terbentuk atas dasar persamaan masalah, entah itu masalah yang timbul dengan sendirinya atau masalah yang ditimbulkan oleh mereka.
Di kelompok sebaya juga dapat menimbulkan persahabatan yang erat karena sebagian mereka sering melakukan aktivitas bersama di luar daripada dirumah. Sama halnya seperti ARDYCUPU

Masa remaja sebagai usia yang bermasalah?
Setiap periode perkembangan mempunyai masalah tersendiri, namun masalah masa remaja sering menjadi masalah yang sulit untuk diatasi baik oleh anak laki-laki maupun perempuan. Terdapat dua alasan bagi kesulitan tersebut. Pertama sepanjang masa anak-anak masalah mereka sebagian diselesaikan oleh orangtua ataupun guru, sehingga kebanyakan remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah. Kedua karena para remaja merasa dirinya mandiri, sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri dan menolak bantuan orangtua ataupun guru. Karena ketidak mampuan mereka untuk mengatasi sendiri masalah menurut cara mereka sendiri sehingga banyak remaja menenemukan bahwa penyelesaian tidak selalu sesuai dengan harapan mereka. Seperti dijelaskan oleh Ana Freud “banyak kegagalan yang sering kali disertai akibat yang tragis, bukan karena ketidakmampuan individu tetapi kenyataan bahwa tuntutan yang di ajukan kepadanya justru pada saat semua tenaganya telah habis untuk mencoba mengatasi masalah pokok yang disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan seksual yang normal”.
Kegagalan yang disertai akibat yang tragis di ARDYcupu adalah ketika mereka tidak bisa mempertahankan cintanya terhadap kekasih mereka sehingga akhirnya mereka ditinggalkan begitu saja oleh kekasihnya. Atau ketika Diaz mencoba agar motornya dirubah lebih cepat tetapi tenyata berbeda dari yang diharapkan. Ataupun ketika Bayu ingin jadi anak musik yang bisa manggung di semua tempat tetapi harapan itu berbeda juga dari yang diharapkan.

Remaja dengan orang tua
Orang tua harus meniti garis tipis antara memberikan kebebasan yang cukup kepada remaja dan melindungi mereka dari ketidak dewasaan dalam menilai. Tekanan ini sering kali menggiring keluarga ke dalam konflik. Konflik keluarga juga terjadi ketika emosi emosi negatif mencapai puncaknya, akan tetapi konflik semakin intens pada pertengahan masa remaja (Laursen, Coy, & Colins,1998). Sama halnya dengan anggota ARDYcupu yang mempunyai masalah dengan orang tua, seperti aziiz yang mempunyai tekanan terhadap keluarganya karena dia dianggap orang yang buruk dimata masyarakat sehingga keluarganya pun tidak percaya dengan dia. Sedangkan Diaz mempunyai masalah dengan orangtuanya karena hobinya yang senang mengotak-atik motornya dan kebut-kebutan dijalan. Bayu mempunyai masalah dengan keluarga karena dia di tuntut harus lebih baik dari ade-adenya. Sedangkan yoyo mempunyai masalah dengan orang tuanya karena dia selalu dianggap masih anak-anak yang akhirnya tidak boleh keluar sampai larut dan mempunyai batas yang sudah ditentukan oleh orang tuanya untuk bermain.

Pengaruh teman sebaya
Secara mendasar, pertemanan berbeda dari hubungan keluarga. Kesadaran perbedaan karakteristik pertemanan, dan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan pertemanan tersebut muncul pada masa remaja. Dibandingkan perselisihan dengan orangtua, perselisihan dengan teman tidak banyak melibatkan pertengkaran dan mereka memecahkan masalah dengan lebih lunak, malah terkadang melupakan masalah tersebut begitu saja karena mereka menyadari bahwa terlalu banyak konflik akan mengorbankan pertemanan mereka (Adams & Laursen, 2001; Laursen, 1996). Masalah yang timbul di ARDYcupu adalah ketika salah satu dari mereka mencoba merebut kekasih anggota yang lain, mencoba memiliki mantan dari anggota yang lain, mencoba merubut wanita incaran anggota yang lain atau ketika barang yang dipinjam oleh salah satu anggota, rusak dan masalah tersebut di selesaikan dengan cara lunak. Remaja lebih cenderung memilih teman yang mirip dengan mereka, dan teman saling mempengaruhi untuk menjadi semkin mirip (Berndt, 1982; Berndt & Perry, 1990). Misalnya saja Diaz yang mempengaruhi Aziiz atau bayu untuk merubah motor mereka menjadi kencang atau Bayu yang mempengaruhi Aziiz, Diaz dan Yoyo untuk mendengarkan musik Indie
Pengaruh terhadap kelompok sebaya ini sangat kuat karena mereka lebih sering bersama. Ketika dari salah satu anggotanya mempunyai masalah, anggota yang lain pun tak sungkan untuk membantunya, tetapi ketika mereka tidak bisa menyelesaikannya maka jalan pintas yang mereka ambil lebih cenderung kepada hal yang negatif. Masalah tersebutpun berdampak pada kegiatan belajar mereka di sekolah. Dan ketika mereka mempunyai masalah yang tak dapat diselesaikan, maka mereka akan mencari jalan pintas untuk mengurangi tekanan terhadap masalahnya. Seperti bolos sekolah, bermain judi (tarohan) atau bahkan mabuk-mabukan dan merokok.

REFERENSI:
Hurlock Elisabeth B.Psikologi Perkembangan edisi 5.Jakarta:Erlangga

Papalia,Diane E.et.al.2008.Human Development Psikologi Perkembangan.Jakarta: kencana

Kelompok ARDYCUPU