Kapal imigran gelap yang tertangkap polisi perairan Indonesia
sumber,Koran Kompas senin,12 Oktober 2009

“Berdasarkan pengakuan wakil imigran, mereka mengungsi karena mengalami tekanan di Negara asalnya dan berkeinginan mencari kehidupaun lebih baik di Australia.”
Faktor tersebut, merupakan faktor eksternal/faktor luar dari kesehatan mental yang berpengaruh yaitu: seperti hukum, politik, sosial budaya, agama, pemerintah, pendidikan, pekerjaan, masyarakat, dan sebagainya. Faktor eksternal yang baik dapat menjaga mental seseorang, namun faktor external yang buruk / tidak baik dapat berpotensi menimbulkan mental tidak sehat. Tidak seorangpun yang tidak ingin menikmati ketenangan hidup, dan semua orang akan berusaha mencarinya, meskipun tidak semuanya dapat mencapai yang diinginkannya itu. Bermacam sebab dan rintangan yang mungkin terjadi sehingga banyak orang yang mengalami kegelisahan, kecemasan dan ketidakpuasan.
“Sedianya kapal yang membawa para imigran tersebut akan langsung ditarik ke Pelabuhan Indah Kiat, tetapi banyak imigran yang tidak mau karena takut dipulangkan ke Sri Lanka.“
Carlson (1992:201) menjelaskan kecemasan sebagai rasa takut dan antisipasi terhadap nasib buruk dimasa yang akan datang, kecemasan ini memiliki bayangan bahwa ada bahaya yang mengancam dalam suatu aktivitas dan obyek, yang jika seseorang melihat gejala itu maka ia akan merasa cemas. Kecemasan merupakan respon emosional yang tidak menentu terhadap suatu obyek yang tidak jelas.
Keadaan yang tidak menyenangkan itu tidak terbatas kepada golongan tertentu saja, tetapi tergantung pada cara orang menghadapi sesuatu persoalan. Misalnya: orang miskin yang berada di negaranya yang gelisah karena banyak keinginannya yang tidak tercapai. Yang menentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup adalah kesehatan mental. Kesehatan mental itulah yang menentukan tanggapan seseorang terhadap suatu persoalan, dan kemampuannya menyesuaikan diri. Kesehatan mental pulalah yang yang menentukan apakah orang akan menpunyai kegairahan untuk hidup, atau akan pasif atau tidak bersemangat.
”Para imigran juga akan di periksa kesehatannya. Kepala Seksi Usaha kesehatan dan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten Erwin Hilianka menuturkan ada tiga jenis penyakit yang harus diwaspadai, yakni pes,kolera,dan demam”.
Seharusnya Erwin Hilianka jangan hanya memeriksa kesehatan fisik dari para imigran gelap tetapi juga harus memeriksa kesehatan jiwa imigran gelap. Mungkin saja kesehatan mental mereka terganggu.
Zakiah Daradjat (1985:10-14) mendefinisikan kesehatan mental dengan beberapa pengertian:
1. Terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psychose).
2. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup.
3. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain; serta terhindar dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa.
4. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem biasa yang terjadi, dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya.
Mungkin ciri-ciri kesehatan mental menurut Zakiah Daradjat (1985:10-14) tidak ada dalam imigran gelap jadi sekirannya kesehatan mental di perhatikan juga.

REFERENSI:
koran kompas, Senin 12 Oktober 2009